Peresmian posko tanggap corona tegowanu wetan

KipasDuit.Com. Wabah Covid-19 bermula dari kota Wuhan propinsi Hubei, Tiongkok pada tahun 2019 yang lalu. Dalam perkembangannya, wabah ini menyebar luas ke berbagai negara hingga saat ini 10 April 2020. Salah satunya Indonesia. Pemerintah desa (PEMDES) Tegowanu Wetan bekerja sama dengan Karang Taruna, Linmas, dan Banser untuk mendirikan posko tanggap corona.

Posko dibuat 1 lokasi pada jalur utama. Akses masuk dari kota ke wilayah Tegowanu Wetan difokuskan 1 pintu di jalan Lestari. Sedangkan pintu-pintu yang lain ditutup guna kemudahan dalam penjagaan. Posko tanggap corona dijaga 24 jam yang terbagi menjadi 3 shift. Tiap shift terdiri dari 3 orang penjaga yang meliputi 1 perwakilan Karang Taruna Tunas Karya, 1 Linmas, dan 1 Banser. Shift pagi dimulai pukul 07.00 – 15.00 WIB, shift siang dimulai pukul 15.00 – 23.00 WIB, dan shift malam dimulai pukul 23.00 – 07.00 WIB. Dengan demikian, posko tidak pernah kosong, dan tidak lepas dari penjagaan oleh petugas.

Posko ini memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang harus ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat. Pertama, warga dan masyarakat yang hendak masuk ke Tegowanu Wetan harus cuci tangan menggunakan sabun yang telah disediakan / menggunakan hand sanitizer. Kedua, wajib mengenakan masker. Ketiga, pemeriksaan suhu badan. Keempat, kendaraan disemprot menggunakan cairan disinfektan. Kelima, bagi warga yang tidak menggunakan masker, maka diberi gratis masker oleh penjaga posko pemantauan corona desa Tegowanu Wetan.

Uniknya, penyemprotan dilakukan secara manual menggunakan tangki air elektrik. Tentu, hal ini memiliki tujuan. Tujuannya adalah terjalinnya rasa kebersamaan dan kesatuan antar sesama, serta ketelitian dalam pemantauan.

Dengan kekompakan para penjaga posko, kegiatan ini berjalan lancar. Meski kadang hujan lebat, penjagaan tetap beroperasi demi amanah dan keselamatan bersama.

HOT NEWS:   Makna Halodoc Konsultasi Dokter Bagi Kaum Awam

Posko tanggap coronavirus Tegowanu Wetan didirikan pada Minggu, 5 April 2020 dan mulai beroperasi Senin, 6 April 2020. Batas desa Tegowanu dengan Kejawan ditutup. Diikuti pula dengan batas Tajemsari.

Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Diterima dengan lapang dada. Mengingat bahwa kesehatan dan keselamatan adalah tujuan bersama.

Sebelum pelaksanaan dan pembuatan posko, telah dilakukan upaya sosialisasi ke warga dan masyarakat. Mulai dari pemberian informasi berupa selebaran dari rumah ke rumah tentang tata cara cuci tangan yang baik dan benar, pemberian sabun, dan juga pengarahan terkait penutupan jalan-jalan yang hanya difokuskan pada 1 titik akses jalan masuk.

Puncak keramaian pemeriksaan adalah pagi hari kisaran rentang waktu pukul 6 sampai 8, sore hari kisaran pukul 4 sampai menjelang maghrib, dan malam kisaran pukul 10. Karena jam-jam tersebut adalah jam-jam para pekerja dan karyawan masuk dan pulang kerja.

Berdasarkan hasil pemeriksaan suhu badan dari hari pertama operasi, yakni Senin lalu hingga Jumat, 10 April 2020 pagi ini adalah rata-rata di angka 36.5 – 37.5 drajat celcius. Adapun angka 34 – 35 drajat celcius saat mereka kehujanan.

Tambah lagi, bagi para pemudik selain diberlakukan SOP di atas juga ditanyai dan dicatat identitasnya. Mulai dari nama, alamat, usia, dan asal mudik. Jika didapati suhu badan di atas 37.5 drajat celcius atau lebih tepatnya di angka 38 drajat celcius, maka petugas akan menghubungi segera pihak kesehatan, dalam hal ini bidan desa yang telah ditunjuk.

Bagi para pengguna truk muatan menjumpai pintu jalan tertutup, maka ia wajib lapor RT setempat. Lalu, akan ditindaklanjuti oleh petugas penjaga posko karena kunci telah dititipkan dan diserahkan ke penjaga posko yang bertugas. Namun, sebagian besar tetap masuk melalui pintu utama, yakni jalan Lestari. Ini hanya sebagian kecil atas pengecualian lantaran faktor lain yang memungkinkan tidak melalui pintu utama.

HOT NEWS:   VIRUS CORONA MEMATIKAN MANUSIA DI WUHAN CHINA

PEMDES Tegowanu Wetan Dirikan Posko Tanggap Corona - PEMDES Tegowanu Wetan Dirikan Posko Tanggap Corona, Linmas Tegowanu Wetan, Karang Taruna Tunas Karya Tegowanu, Banser Tegowanu

Posko pemantauan covid-19 dilengkapi dengan 2 buah handphone. 1 untuk memutar multimedia sebagai hiburan, 1 untuk kontak bidan desa dan menerima informasi pengguna jalan (khusus truk muatan) agar dibukakan pintu masuk yang telah ditutup dengan catatan SOP tetap diberlakukan. Ini kondisi pintu masuk samping toko Amanah.

Semoga hal ini mampu membantu pemerintah, membantu masyarakat, membantu keluarga, dan membantu diri sendiri, bahkan membantu dunia untuk terbebas dan terhindar dari wabah penyakit, wabah coronavirus / covid-19.

Demikianlah data dan info sementara tentang PEMDES Tegowanu Wetan Dirikan Posko Tanggap Corona yang dapat kami sajikan untuk Anda. Semoga bermanfaat.

Facebook Comments

Written by

Sang Maya

Conten Creator, Blogger Mom, Novelis. Saya juga seorang editor pada situs ini